Korban Dipaksa Sodomi Guru SD di Muratara Bertambah Jadi 6 Orang!

banner 468x60

Musi Rawas Utara – Polisi mengungkap adanya korban lain dari aksi cabul Imam Mahdi (35), guru ASN SD negeri di Musi Rawas Utara (Muratara) yang memaksa muridnya menyodomi dirinya. Dari sebelumnya hanya 3, kini korban bertambah menjadi 6 orang.
“Iya benar (korban bertambah). Informasinya begitu (jadi 6 orang),” kata Wakapolres Muratara Kompol I Putu Suryawan dikonfirmasi detikSumbagsel, Kamis (20/7/2023).

Tiga korban pertama yakni dua murid pelaku dan satu siswa SMP. Tiga korban selanjutnya yang baru diungkap polisi yaitu dua murid pelaku di SD dan satu siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

banner 336x280

Dua muridnya di SD itu, dan satu lagi siswa di MAN,” kata Kanit PPA Polres Muratara, Ipda Anton Andriono, terpisah.

Sebelumnya, polisi terus mendalami kasus Imam yang memaksa 3 murid untuk menyodomi dirinya di belakang sekolah. Polisi juga mengungkap dugaan adanya korban lain dari guru ASN SD negeri itu.

“Iya, kemungkinan memang ada korban lain selain 3 anak-anak itu. Ini masih terus kita dalami,” kata Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Sofian Hadi dikonfirmasi, Selasa (18/7).

Imam sendiri sudah ditetapkan tersangka atas perbuatannya. Dia dijerat tentang tindak pidana pencabulan anak di bawah umur, tentang Undang-undang perlindungan anak.

“Iya (sudah tersangka), sementara ini kita kenakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 juncto Pasal 76 E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” jelas Kasat.

Diungkapkan Sofian, 3 ABG di Muratara, Sumsel awalnya menjadi korban kekerasan seksual Imam. Ketiga ABG yang berteman itu dipaksa Imam untuk menyodomi dirinya. Diketahui 2 dari 3 korban ternyata murid tempat korban mengajar dan satunya siswa SMP.

Usai melakukan aksi bejatnya, Imam memberikan uang Rp 30 ribu kepada korban. Dari hasil pemeriksaan, terungkap juga jika Imam merupakan guru ASN di SD negeri tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *